MenaraToday.com - Cianjur :
Malang nian nasib Oman (78), warga Kampung Sukahurip Rt. 01/04, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur. Ia, hidup dibawah garis kemiskinan, sehingga tak mampu mengobati penyakit yang sudah dialaminya hingga menahun.
Kenyataan tersebut merenggut hati jajaran Muspika Sukaluyu dari mulai Kapolsek Sukaluyu AKP Gito S.H, bersama dengan Camat Sukaluyu Agus supiandi, Kaposmil Sukaluyu pelda Hartono, Kepala Puskesmas Sukaluyu Dr. Nurul Hadi, Kanit Sabhara Polsek Sukaluyu Ipda Kusnadi, kasi trantib Kecamatan Sukaluyu Nandi, kepala desa Hegarmanah Toni Sutarwan S.E dan staf Bhabinkamtibmas Desa Hegarmanah Pian Sopian serta bidan desa ketua RW hingga RT setempat datang menjenguk Oman, Rabu (9/1).
Didapati, kondisi dan keadaan Oman yang bertempat tinggal ditempat yang jauh dari kata layak, terlebih dalam keadaan miskin dan sakit menahun. Hal tersebut menandakan bahwa pemerintah setempat kurang peka terhadap masyarakat.
Maka, sangatlah wajar jika masyarakat menanyakan kemana pemerintah setempat hingga pemerintah daerah dan pusat. Bukankah dalam Undang-undang Pasal 34 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945 menyebutkan bahwa “Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”.
Menyikapi hal itu, AKP Gito S.H Kapolsek Sukaluyu, berinisiatif untuk menolongnya lebih serius, ia menginisiasikan untuk mengadakan rapat musyawarah untuk membantu bapak Oman, baik penanganan medisnya maupun penanganan rumah miliknya yang sudah tidak layak huni.
"Sewaktu melaksanakan giat 'menjenguk Bapak Oman', didapati bahwa dirinya dalam keadaan sakit tahunan dan menempati rumah atau tempat tinggal yang tidak layak atau (menghawatirkan), selanjutnya saya berinisiasi mengadakan musyawarah untuk menolongnya lebih jauh baik mengenai kesehatan maupun tempat tinggalnya," ungkap AKP Gito S.H, saat dimintai keterangan di akun Instagram @polsek_sukaluyu.
Sementara Toni Sutarwan kepala Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur belum memberikan keterangan ketika dikonfirmasi via WhatsApp (Sandhi)