Diduga memiliki Backing yang kuat, pejabat Dinas Cipta Karya Kabupaten Malang masih belum menghadiri pemanggilan dari pihak Direktorat Ditreskrimsus Polda Jawa Timur.
Pasalnya dalam Surat Pemanggilan dengan nomor : B/7573/VIII/RES.3.5/2023/Ditreskrimsus, tertanggal 25 Agustus 2023 dan nomor : B/7576/VIII/RES.3.5/2023, tanggal 26 Agustus 2023 hingga kini pihak Dinas Cipta Karya belum memenuhi panggilan pihak Ditreskrimsus perihal Permintaan Keterangan Dan Dokumen yang ditandatangani oleh Kasubdit IIII Tipikor, AKBP Edy Herwiyanto, SH, MH, M.K.n belum dihadiri oleh Pejabat Dinas Cipta Karya Malang.
Surat rujukan itu terkait dugaan perkara tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan anggaran pada proyek tender tahun 2022 di Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Malang kurang lebih 33 kecamatan di Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Menanggapi hal itu, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto saat dihubungi melalui whatsapp beberapa kali tidak ada balasan walau terlihat WhatsApp centang dua, saat kembali di konfirmasi pada Selasa (12/12)2023) terkait pemanggilan tersebut juga tidak di balas sama sekali.
Dalam surat tersebut, Pejabat Pengadaan Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Malang, dimintai keterangan pada Selasa (5/9/2023)beberapa bulan lalu . Informasi diperoleh dari beredarnya surat panggilan yang tersebar di group group whatsapp.
Selain memeriksa pejabat dinas, sejumlah rekanan proyek dalam tender tersebut juga dimintai keterangan Unit IV Subdit III Tindak Pidana Korupsi Polda Jatim.
Terpisah, Kepala Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Malang, Budiar Anwar saat dikonfirmasi soal Surat Panggilan dari Polda Jatim, belum memberikan jawaban sampai sekarang. Pesan singkat yang dikirimkan melalui WhatsApp seakan diabaikan dan ketika dihubungi juga tidak ada jawaban.
Hal yang sama dimana pihak Ditreskrimsus Polda Jatim saat dikonfirmasi terkait pemanggilan dugaan tindak pidana korupsi hingga sekarang belum mendapatkan jawaban dan seakan bungkam seolah ingin menutupi kasus ini. (Bonong)