Ditengah Ramainya Pengoplosan BBM Bersubsidi, Penjualan SPBU Pertamina 34.422.03 Labuan Tetap Stabil

MenaraToday.Com - Pandeglang : 

Ramainya pemberitaan terkait kasus korupsi petinggi Pertamina Niaga hingga merugikan negara sebesar Rp193,7 triliun, dengan modus mengoplos pertalite menjadi pertamax ternyata tak mengganggu angka penjualan bahan bakar minyak (BBM) di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Pertamina 34.422.03 Labuan, di Desa Sukamaju, Kecamatan Labuan,  Kabupaten Pandeglang, Banten.

Hal itu disampaikan oleh pengurus SPBU Pertamina 34.422.03 Labuan, Iin Solihin kepada tim menaratoday.com. Sabtu (1/3/2025).

"Alhamdulillah untuk penjualan kedua jenis BBM tersebut yakni pertalite dan pertamax hingga hari ini masih stabil dan tidak terganggu oleh ramainya informasi tersebut," demikian dikatakan Iin Solihin.

Iin menyampaikan permintaan maafnya, jika dirinya tidak bisa menjelaskan secara rinci dan gamblang terkait adanya dampak dari kasus di kantor pusat Pertamina tersebut.

"Maaf jika kami tidak bisa menjelaskan lebih banyak karena terus terang kami disini (SPBU Labuan) belum mengetahui terkait persoalan pengoplosan BBM, saya tahu pun baru sekarang ini ketika dikonfirmasi," ujarnya.

Sementara itu, salah satu pengendara, Kusnadi (48), mengaku khawatir dengan adanya pengoplosan BBM bersubsidi tersebut, mengingat selama ini dirinya merupakan salah satu konsumen BBM pertamax.

"Waduh kalau seandainya itu bener kacau juga ya, karena selama ini kendaraan saya pengguna setia pertamax..bukan karena males antri ya memang motor saya dari awal BBM nya itu," pungkasnya.

Diketahui, Kejaksaan Agung menetapkan empat petinggi PT Pertamina (Persero) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang oleh Kejaksaan Agung, pada Rabu (26/2/2025).

Para tersangka berasal dari jajaran direksi anak usaha Pertamina serta pihak swasta yang diduga terlibat sejak 2018 hingga 2023.

Mereka adalah, Maya Kusmaya (MK) selaku Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga dan Edward Corne (EC) selaku VP Trading Operation Pertamina Patra Niaga. (Ila)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama