MenaraToday.Com - Pandeglang :
Bendungan Badudun yang terletak di Kampung Bantar Panjang, Desa Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, kini menjadi salah satu objek wisata yang digemari kaum generasi Z (Gen Z) karena tampilannya yang kini cukup instagramable.
Perlu diketahui, Bendungan Badudun dibangun sekitar 40 tahun lalu, keberadaannya guna memasok air ke saluran Irigasi Cisurog Desa Banyubiru, Kecamatan Labuan dan mengairi persawahan di 3 Desa seluas 115 Ha, yakni Desa Banyuburu, Desa Teluk dan Desa Caringin.
Pada 2024 lalu Bendungan Cisurog sempat mengalami longsor akibat hujan deras, hingga mengalami kerusakan disekitar bendungan. Namun kini, Bendungan Badudun sudah diperbaiki.
Rahmadi (17), salah seorang pengunjung mengatakan, dirinya bersama beberapa orang kawannya baru pertamakali datang ke Bendungan Badundun.
"Baru pertamakali, saya tahu lokasi ini (Bendungan Badudun) dari salah seorang teman sekolah yang pernah kesini, karena penasaran dan kebetulan lagi libur sekolah juga saya dan yang lainnya mengagendakan untuk datang kesini," kata Rahmadi kepada tim MenaraToday.Com. Rabu (2/4/2025).
Rahmadi menuturkan, sangat menyenangkan berkunjung ke Bendungan Badudun dan berenang bersama rombongan.
"Seru sekali, lokasinya juga tidak terlalu jauh dan sangat mudah dijangkau karena lokasinya yang tidak sulit...gratis pula pokoknya menyenangkan lah," ujarnya.
Rahmadi menyampaikan, kepada pengelola Bendungan Badudun agar melengkapi sarana dan prasarana yang memadai.
"Untuk bendungannya sih bagus ya Instagramable banget lah, cuma belum ada toilet, kamar mandi dan akses jalan untuk turun ke bawahnya itu gak ada tangga semuanya masih alami dan apa adanya banget, khawatir membahayakan, kalau untuk kamar ganti sudah ada meski baru satu mudah-mudahan nanti ditambah," katanya.
Sementara itu, Ahmad Hassanudin, sekretaris desa (Sekdes) Banyu Biru, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, menyampaikan, rasa terima kasihnya kepada warga yang berkunjung ke bendungan badudun, karena menurutnya, hal itu mampu membantu perekonomian warga setempat.
"Kalau kami dari pemdes Alhamdulillah sangat bahagia ketika ada pengunjung bisa datang ketempat kami, karena dari sisi ekonomi Alhamdulillah masyarakat kami bisa mendapatkan penghasilan,dan kami tidak memungut biaya tiket masuk untuk ke Bendungan Badudun.
"Alhamdulillah sekarang banyak warga yang berkunjung ke Badudun, untuk saat ini kami masih gratiskan dikarenakan masih banyaknya fasilitas yang belum memadai, karena kami belum sanggup untuk bisa bertanggung jawab apa bila ada hal-hal yang tidak di inginkan dikarenakan masih banyaknya kekurangan, salah satunya kondisi bendungan yang sudah tua dan ada bekas longsoran yang kami khawatirkan terjadi longsoran yang mendadak sehingga menimbulkan hal hal yang tidak di inginkan. Oleh karena itu, kami selalu mengingatkan kepada setiap pengunjung yang datang agar selalu berhati-hati," ungkapnya.
Menurut Acang sapaan akrab Ahmad Hassanudin, rencana untuk pengembangan area bendungan badudun sudah ada hanya saja untuk saat ini masih terkendala anggaran. Namun, pihak desa sudah melakukan upaya dengan mengajukan ke dinas terkait.
"Rencana sudah ada, cuman terkendala dengan anggaran kami dari pemerintah sudah berupaya agar dibangun bendungan Badudun ini, dengan upaya kami bikin proposal/pengajuan melalui dinas dinas terkait, tapi hingga saat ini belum belum ada titik terang, karena kekhawatiran kami ketika bendungan Badudun terjadi longsor +- 250 H sawah yang berada di tiga desa, yakni Banyubiru, Caringin, Teluk mengalami kekeringan, dan apabila terjadi banjir takut arah air nya ke pemukiman warga," ucapnya (Ila).