Tarif Parkir di Jalan Merdeka Siantar Mahal, Pengunjung Suzuya Resah

Keterangan Gambar : Oknum Jukir di Jalan Merdeka Kota Pematang Siantar yang meminta tarif parkir sebesar Rp 5000 kepada masyarakat.(Foto : Dok Dishub Kota Pematang Siantar saat langsung turun ke lapangan dan memberikan peringatan kepada oknum Jukir).

Menaratoday.com - Pematang Siantar :

Mahalnya harga parkir disekitaran depan Suzuya Merdeka di Jalan Merdeka Kota Pematang Siantar saat suasana lebaran idul fitri 1446 H dikeluhkan masyarakat yang berkunjung untuk liburan dan berbelanja ke Suzuya Merdeka Kota Pematang Siantar.

Kepada menatatoday.com, Rabu (2/5/2025) salah seorang pengunjung yang sering berbelanja di Suzuya Merdeka Siantar, Boru Saragih (47), mengaku resah dengan tarif parkir di Jalan Merdeka di sekitaran Suzuya yang dibanderol dengan harga Rp 5000 (lima ribu rupiah) tanpa ada karcis resmi.

Keterangan Gambar : Screenshot video saat wartawan melakukan konfirmasi dan oknum Jukir menutupi wajahnya dengan topi. (Foto : MenaraToday.Com)

Boru Saragih mengatakan, saat usai berkunjung dan berbelanja bersama keluarganya di Suzuya Merdeka Siantar pada  lebaran kedua, Selasa 1 April 2025, mereka dimintai Parkir Rp 5000 (lima ribu rupiah) oleh oknum Juru Parkir (Jukir) yang tidak tahu namanya karena tidak terlihat menggunakan identitas resmi atau tanda pengenal, juga tidak memakai rompi yang biasa dipakai jukir, tidak menggunakan pluit seperti jukir pada umumnya, tidak ada kelengkapan jukir lainnya dan tidak memberikan karcis parkir resmi dari Pemerintah Kota Pematang Siantar, hal Itupun membuat resah masyarakat saat berkunjung ke Suzuya Merdeka Siantar.

"Kami sering berbelanja di Suzuya Merdeka Siantar, biasanya kami parkir di dalam, tapi karena pada saat itu parkir didalam Suzuya penuh, mungkin karena suasana lebaran, jadi akhirnya kami parkir di sekitaran depan Suzuya dekat SMP di jalan Merdeka," ucap Boru Saragih.

"Setelah berbelanja, sekitar jam enam sore, kami keluar dari Suzuya menuju ketempat parkir mobil kami di dekat SMP Negeri di samping Suzuya Merdeka Siantar," jelasnya lagi.

"Saat hendak keluar, seorang pria yang tangannya dipenuhi tato, memakai baju kaos warna cokelat, celana jeans warna hitam dan pakai topi hitam, meminta uang parkir sebesar lima ribu rupiah," terangnya.

"Tapi karena tidak terlihat seperti tukang parkir dan tidak memilki karcis parkir resmi, lantas kami berikan uang pecahan dua ribu rupiah, tapi jukir itu meminta lagi karena kurang, lantas kami berikan uang pecahan lima ribu rupiah, dan uang kami yang pecahan dua ribu yang telah diterimanya dikembalikan lagi kepada kami, jadi dibanderol lima ribu lah parkir disitu, kami heran juga, kok mahal kali?, gak seperti biasanya dan gak seperti ditempat lain, bukan soal uang lima ribu nya, tapi janganlah mengambil kesempatan saat pengunjung sedang ramai, apalagi saat lebaran, kita kan masyarakat mau situasi yang nyaman dan tenang merayakan lebaran," tutup Boru Saragih.

Sikap oknum jukir tersebut juga terkesan arogan, saat dimintai karcis resmi dan ditanyai kepada siapa dirinya menyetor retribusi parkir yang tarifnya lima ribu rupiah tersebut, tapi oknum jukir itu tidak memberikan informasi, malah menyebutkan kalau dirinya menyetor kepada wartawan yang saat itu konfirmasi kepadanya.

"Sama kau aku nyetor," katanya dengan nada bicara tinggi dan terkesan arogan.

Terkait hal itu, menaratoday.com melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Pematang Siantar, Julham Situmorang, Rabu (2/4/25).

Kadishub Kota Pematang Siantar, Julham Situmorang menjelaskan bahwa titik parkir di dekat suzuya adalah resmi. Tetapi Kadishub Siantar sangat menyesalkan adanya oknum jukir yang meminta tarif parkir sebesar lima ribu rupiah.

Julham Situmorang mengucapkan terimakasih atas adanya informasi dari masyarakat, dirinya menegaskan akan segera menindaklanjuti laporan dan keluhan dari masyarakat.

"Titik Parkir Dekat Suzuya Resmi Bang. Cuma Di Kesalkan Sikap Jukir nya. Meminta 5000 yang Sebenarnya 3000. Akan Segera Kita Peringati Jukir Tersebut.

Sudah langsung ku teruskan ke Pengawas kita. Pasti segera ke lapangan Bang. Terima kasih infonya," tegas Kadishub Kota Pematang Siantar, Julham Situmorang yang langsung saat itu juga menindaklanjuti laporan dan keluhan dari masyarakat, dan langsung memerintahkan jajarannya untuk turun ke lapangan dan memberikan peringatan kepada oknum Jukir tersebut.

Terpisah, Kamis (3/4/25) salah satu masyarakat berinisial "S" berharap agar hal seperti itu tidak terulang lagi, dirinya meminta aparat penegak hukum dalam hal ini Polres Pematang Siantar dan Pemerintahan Kota melalui DInas Perhubungan Pematang Siantar untuk dapat menertibkan oknum-oknum jukir nakal yang membuat resah masyarakat.(Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama